Tiba-tiba bulu kuduk ini berdiri saat membaca berita kemiskinan dan sederet penderitaan lainnya. Aku tidak sengaja mencari berita ini. Akan tetapi, berita ini seolah menjadi kesatuan pada setiap berita suatu daerah. Awalnya aku hanya ingin info tentang Pulau Sumba, karena ada keluarga dekatku yang ditugaskan di sana sekitar dua bulan lagi. Setelah searching, akhirnya aku menemukan beberapa berita tentang pulau sumba tersebut. Ketika sampai pada berita Kemiskinan di Desa Weepangala,Sumba Barat ini bisa diakses http://sumbaisland.com/west-sumba/kemiskinan-di-desa-weepangalasumba-barat.html detak jantungku seolah berhenti.











Ternyata tidak hanya di Pulau Jawa yang padat penduduknya, tetapi juga hampir di seantero jagad ini sudah padat penduduknya. Dan itu semua diikuti kemiskinan diberbagai bidang karena penghasilan yang minim. Dari penghasilan yang minim akhirnya tidak bisa akses pendidikan dengan mudah, kesehatan juga semakin jauh, akibatnya mereka hidup apa adanya.Dari berita di atas disebutkan bahwa ada beberapa masalah yang menjadi sebab kemiskinan di weepangala antara lain Luas lahan yang diolah sangatlah sempit, karena kekurangan alat pertanian (alat bajak tanah/Luku), Masyarakat mudah jatuh sakit, karena pekerjaan mencari sumber air sangatlah jauh, Penyakit pada ternak babi, ayam dan kambing, Anak-anak tidak dapat melanjutkan sekolah karena kekurangan biaya pendidikan.
Semakin memperjelas dampak yang ditimbulkan dari kemiskinan. Manusia menjadi bodoh, kelaparan dan mudah sakit yang akhirnya berdampak pada lingkungan sekitarnya tidak berkembang.