Thursday, June 19, 2008

Berdiri Bulu Romaku

Tiba-tiba bulu kuduk ini berdiri saat membaca berita kemiskinan dan sederet penderitaan lainnya. Aku tidak sengaja mencari berita ini. Akan tetapi, berita ini seolah menjadi kesatuan pada setiap berita suatu daerah. Awalnya aku hanya ingin info tentang Pulau Sumba, karena ada keluarga dekatku yang ditugaskan di sana sekitar dua bulan lagi. Setelah searching, akhirnya aku menemukan beberapa berita tentang pulau sumba tersebut. Ketika sampai pada berita Kemiskinan di Desa Weepangala,Sumba Barat ini bisa diakses http://sumbaisland.com/west-sumba/kemiskinan-di-desa-weepangalasumba-barat.html detak jantungku seolah berhenti.

Ternyata tidak hanya di Pulau Jawa yang padat penduduknya, tetapi juga hampir di seantero jagad ini sudah padat penduduknya. Dan itu semua diikuti kemiskinan diberbagai bidang karena penghasilan yang minim. Dari penghasilan yang minim akhirnya tidak bisa akses pendidikan dengan mudah, kesehatan juga semakin jauh, akibatnya mereka hidup apa adanya.Dari berita di atas disebutkan bahwa ada beberapa masalah yang menjadi sebab kemiskinan di weepangala antara lain Luas lahan yang diolah sangatlah sempit, karena kekurangan alat pertanian (alat bajak tanah/Luku), Masyarakat mudah jatuh sakit, karena pekerjaan mencari sumber air sangatlah jauh, Penyakit pada ternak babi, ayam dan kambing, Anak-anak tidak dapat melanjutkan sekolah karena kekurangan biaya pendidikan.

Semakin memperjelas dampak yang ditimbulkan dari kemiskinan. Manusia menjadi bodoh, kelaparan dan mudah sakit yang akhirnya berdampak pada lingkungan sekitarnya tidak berkembang.

Friday, June 6, 2008

Kegiatanku

Semenjak aku di surabaya, aku bertahan hidup dengan mengasuh anak. Tentunya di sela-sela waktu. Tepatnya mulai 4 bulan terakhir di tahun 2003. Setiap hari kegiatanku adalah mengasuh mereka. Dulu masih satu yang kini di foto dah tampak besar. mulai dia umur 4 bulan. Namanya secantik anaknya. Nadaa Shafa Nadhifa.
Kini dia telah mempunyai adik baru, tepatnya bulan nopember tahun kemarin. Si kecil ini juga cantik tidak jauh dari kakaknya. Namanya Amara Raya Asyara. Cantik juga kan namanya. selain namanya yang cantik itu dia juga punya nama panggilan yang sering digunakan orang dekatnya. Chabi2 atau melon. Tentu saja hanya karena tubuhnya yang ndut dan nggemesin.
Tidak hanya mengasuh pada hari2 tertentu, tetapi hampir sepanjang hari kecuali malam. Sekarang aja, waktuku berkurang buat mereka karena lagi punya kesibukan baru. Nama kerennya jadi operator. Nama sederhananya ya penjaga rumah ini. Selain itu karena juga ada temen yang bersedia menjadi pendampingku untuk mengasuh mereka.
Walaupun kadang pendampingku rada bandel, pulang ga balik-balik,atau kalo lagi punya alasan sakit yang ga bisa diganggu, yang membuat rumah ini sepi orangnya enjoy. Seperti layaknya pendamping hidup, bikin hidupku lebih berwarna dan ga terasa sepi. Dia mampu memberi masukan yang membangun, membangkitkan semangatku lagi ketika aku sudah pesimis menghadapi semuanya. Dia sebenarnya bukan orang yang pinter banget, orang kota, tapi lebih bisa ngerti aku.

Ni dulu ya curhatnya. Kapan2 disambung lagi