Wednesday, April 29, 2009

Dalem kalian Njenengan

Aku gak pernah nyangka. Aku sangat berharap yang sering kusebut malaikat, dan kuharapkan kedatangannya untuk menjadi imam dalam shalatku itu ternyata tidak pernah datang lagi. Walau sekedar menyapaku dengan sapaan "Assalamu'alaikum". Dan yang paling mengejutkan adalah saat berita kedatangannya ke alamku. Aku terlanjur berharap bahwa suatu hari dia akan mencariku. saat, harap-harap cemas (yang jelas bukan acara realityshow) menunggunya ternyata dia gak pernah ada kabar.

Aku sudah terlanjur menelantarkan Njenengan begitu lama. Karena aura malaikat itu masih mengikat erat benakku. Sehingga, perhatian Njenengan yang begitu luar biasa bisa Dalem abaikan dengan mudah.

Mungkin, benar apa sabda Njenengan: Idealisme/ Idealitas itu hanya ada di otak. 1001 kemungkinan yang memberikan penilaian salah tentang sabda Njenengan.

Dan Njenengan layaknya Nabi yang selalu menjadi pendamping sekaligus menjadi pendidikku. Seringkali aku hampir terjerumus ke dunia TBC (versi muhammadiyah/yang lain yang punya istilah itu dan yang pasti bukan Tubercolusiss) dan saat itu juga Njenengan meluruskan aku.

Akan Dalem dedikasikan sisa umurku ini tidak hanya untuk menjadi murid/ santri Njenengan sejati. Tapi juga untuk setia bersama Njenengan dalam langkah perjuangan Njenengan. Sehingga suatu saat dalem bisa melahirkan generasi jenius dari bibit Njenengan. Tentunya jika Njenengan mengijinkan dan memaafkan atas khilaf yang pernah aku lakukan.

Maha Suci

Subhanallah, walhamdulillah, Waallahu akbar.

Betapa senang hati penduduk yang dikaruniai sebuah telaga seluas ngebel. Mungkin, ada sebagian yang berkata siapa bilang ngebel luar biasa dan membuat hati senang. karena memang sekarang ngebel belum se- ramai sarangan. Percayalah suatu saat nanti ngebel akan se ramai bahkan menandingi kota sate kelinci itu.

Suatu saat ngebel akan mengharumkan kota REOG. Seperti seni reog itu sendiri. Dahulu ketika para penduduk masih belajar menari reog siapa yang menyangka akan menjadi kebanggaan kota yang mengharumkan namanya.

Biar gak penasaran, kalau jalan-jalan ke Magetan jangan lupa singgah ke kota Reog! Karena selain bisa menyaksikan kesenian reog, anda juga bisa menikmati sate ayam khas Ponorogo yang disajikan dengan cara khas asli kreatifitas penduduk Ponorogo dan berbeda dengan sate dari daerah lain. Sempatkan juga menikmati sejuknya udara ngebel.

Dan yang terakhir, sebelum meninggalkan Kota Reog, sempatkan belanja jajanan khas seperti jenang, dodol, tempe kripik dll.


Monday, April 27, 2009

Indahnya Berbagi

Berbagi itu ternyata indah dan pasti membawa berkah. Siapa bilang g. Bagiku berbagi apapun itu indah. Mau bukti?

Saat kita dilanda kesedihan/ kesusahan karena suatu hal, kemudian kita rela berbagi dengan beberapa teman kita, niscaya kita akan dapat usulan saran/solusi. so, pikiran g buntu lagi mesti gimana, ngapain. dan pasti akan terhibur.

Apalagi kalo kita sedang mendapat kebahagiaan. Niscaya banyak temen kita yang juga ikut seneng jika kita rela berbagi. Memang sich dari sekian temen kadang ada yang sirik, tapi itu justru akan menguji kita. Kalau kita bisa lolos, akan menjadikan diri kita lebih dewasa.

Tidak perlu bawa-bawa ayat Al-Quran dulu lah, karena ayat-ayat Al-Quran itu kadang juga akan menjadi dinding penyekat buat kita berbagi.