Aku gak pernah nyangka. Aku sangat berharap yang sering kusebut malaikat, dan kuharapkan kedatangannya untuk menjadi imam dalam shalatku itu ternyata tidak pernah datang lagi. Walau sekedar menyapaku dengan sapaan "Assalamu'alaikum". Dan yang paling mengejutkan adalah saat berita kedatangannya ke alamku. Aku terlanjur berharap bahwa suatu hari dia akan mencariku. saat, harap-harap cemas (yang jelas bukan acara realityshow) menunggunya ternyata dia gak pernah ada kabar.
Aku sudah terlanjur menelantarkan Njenengan begitu lama. Karena aura malaikat itu masih mengikat erat benakku. Sehingga, perhatian Njenengan yang begitu luar biasa bisa Dalem abaikan dengan mudah.
Mungkin, benar apa sabda Njenengan: Idealisme/ Idealitas itu hanya ada di otak. 1001 kemungkinan yang memberikan penilaian salah tentang sabda Njenengan.
Dan Njenengan layaknya Nabi yang selalu menjadi pendamping sekaligus menjadi pendidikku. Seringkali aku hampir terjerumus ke dunia TBC (versi muhammadiyah/yang lain yang punya istilah itu dan yang pasti bukan Tubercolusiss) dan saat itu juga Njenengan meluruskan aku.
Akan Dalem dedikasikan sisa umurku ini tidak hanya untuk menjadi murid/ santri Njenengan sejati. Tapi juga untuk setia bersama Njenengan dalam langkah perjuangan Njenengan. Sehingga suatu saat dalem bisa melahirkan generasi jenius dari bibit Njenengan. Tentunya jika Njenengan mengijinkan dan memaafkan atas khilaf yang pernah aku lakukan.
Aku sudah terlanjur menelantarkan Njenengan begitu lama. Karena aura malaikat itu masih mengikat erat benakku. Sehingga, perhatian Njenengan yang begitu luar biasa bisa Dalem abaikan dengan mudah.
Mungkin, benar apa sabda Njenengan: Idealisme/ Idealitas itu hanya ada di otak. 1001 kemungkinan yang memberikan penilaian salah tentang sabda Njenengan.
Dan Njenengan layaknya Nabi yang selalu menjadi pendamping sekaligus menjadi pendidikku. Seringkali aku hampir terjerumus ke dunia TBC (versi muhammadiyah/yang lain yang punya istilah itu dan yang pasti bukan Tubercolusiss) dan saat itu juga Njenengan meluruskan aku.
Akan Dalem dedikasikan sisa umurku ini tidak hanya untuk menjadi murid/ santri Njenengan sejati. Tapi juga untuk setia bersama Njenengan dalam langkah perjuangan Njenengan. Sehingga suatu saat dalem bisa melahirkan generasi jenius dari bibit Njenengan. Tentunya jika Njenengan mengijinkan dan memaafkan atas khilaf yang pernah aku lakukan.