Saturday, October 30, 2010

Terima kasihku

      

Terima kasih bapak. Atas jasa bapak juga 
hingga sampai akhirnya aku bisa mengenakan 
baju seperti ini setelah berpetualang panjang.


Engkau telah mengajari banyak hal. Mulai mengenal yang namanya komputer hingga aku bisa memanfaatkan sedemikian rupa.

Bapak Gunari (sebelah kiriku) terima kasih banyak atas semua pelajaran yang telah kau ajarkan kepadaku. Tanpa melalui tanganmu, kebijakanmu aku belum tentu bisa mengenal dunia lebih luas.

Melalui petuahmu juga aku bisa menentukan pilihan ketika dalam kondisi sulit. Keislaman yang engkau ajarkan kepadaku dan saudara-saudaraku yang engkau pertemukan itu mampu membekaliku hidup di tengah derasnya arus kehidupan metropolis.

Engkau bukan hanya sekedar bapak yang mengasuh dan membesarkan anakmu, tapi engkau juga pengayom, pelindung, penasehat kepada setiap anak-anakmu. Baik anak yang lahir dari ibu yang kau nikahi ataupun anak yang lahir dari ibu yang bukan istrimu.

Engkau tak pernah membedakan dalam hal perlindungan, ayoman, dukungan, dan nasehat terhadap anak yang masih menganggapmu, memanggilmu bapak.

Bapak Talkhah (sebelah kananku) bagiku engkau adalah bapak estafetku, yang mampu menjadikan aku orang sukses. Tanpa uluran tanganmu aku tak tahu aku harus di mana melanjutkan perjalanan panjangku di kota metro ini. Pelajaran falsafah hidup mampu membuatku menjadi orang yang tegar.

Bapak, Engkau bapakku yang tak pernah akan kulupakan sepanjang hidupku. Engkau berdua telah mengajariku banyak hal tentang organisasi. Hingga aku bisa mengenal lebih dalam, lebih luas tentang organisasi yang sudah kau ikuti entah sejak kapan yang tak ku ketahui. Yang pasti, engkau telah mempunyai pengalaman jauh sebelum aku terlahir dan mengenalmu.
      

Terima kasih atas semua pelajaran yang kau berikan.
Semoga Allah selalu memudahkan jalanmu dan jalanku
untuk membalas setiap kebaikan yang aku dapatkan. amiin. []