Tuesday, September 25, 2012

Bukan TAPI dan NANTI

Kapanpun mendapatkan ide saat itu juga waktu yang tepat untuk menuangkan aksinya. Jangan pernah menundanya dengan alasan tapi ... dan tapi . .. apalagi dengan nanti dululah tanggung, ini masih masaklah masih mandikan anaklah dan sebagainya. Karena dengan berfikir tapi, tapi dan tapi itu hal kecil yang menjadi penghalang dan akan menghancurkan impian sendiri.

Kata "Tapi" atau yang sering dipakai "Tetapi" biasanya digunakan untuk mengatakan bahwa sesuatu itu belum sesuai.   Atau lebih tepatnya kata tapi digunakan sebagai kata penghubung (konjungsi) yang menyatakan pertentangan. Maka dari itu, jika mempunyai ide kemudian tidak segera diaktualisasikan menjadi sebuah gerakan nyata dan membawa kata tapi atau tetapi sebagai alibi niscaya ide itu akan segera berangsur-angsur musnah dari tempat bernaungnya.

Dan kata kedua yang sering kali menjadi penghalang sebuah mimpi/ keinginan kita adalah dengan "Nanti". Semua ide akan hilang begitu saja ketika kita menundanya untuk mengaktualisasikan dengan beralasan nanti, nanti dan nanti.

Belum percaya?? Coba saja, ketika ide keluar tunda dengan : tapi . . . atau nanti


Tuesday, May 29, 2012

STOP MENGELUH 3) : GAGAL BUKAN MASALAH BESAR!


  Sejak kenal oriflame, tak sedikit aku alami kegagalan. Baik ketika menjual dan mempromosikan. Kadang aku jenuh dan putus asa juga kalo sampe tak sesuai target. Kadang ada yang sudah niat beli, tahu-tahu tidak jadi, begitu juga saat prospek. Bingung juga, ternyata susah-susah mudah.
    Loh, namanya juga lagi belajar. Anggap sedang belajar menjadi pengusaha. Gagal ya biasa, coba sekali lagi, dan terus sekali lagi, kata suami.  Iya benar juga sih. Orang yang baru buka toko pun tak mungkin langsung banyak pelanggan. Kalau eyang Tansiem dan mbak amel bisa, pastinya dulu juga merangkak saat di awal-awal. Ya biar saja. Mestinya setelah ada fasilitas laptop, aku lebih banyak sharing dengan beliau-beliau. Biar tambah wawasan dan pengalaman.
  Aku makin termotivasi ketika melihat perkembangan Dline-ku, Susan. Keren juga perkembangannya. Menambah semangat. Selamat ya Susan. Terima kasih juga sama mbak Tansiem yang tidak ragu-ragu memberikan penghargaan dengan memberikan bonus motivasi dan bonus produk pada orang yang berprestasi.
   Sekarang, aku mau mencoba cara lain agar lebih mudah berhasil. Kupikir, bisnis satu ini memang berbeda dari bisnis biasa. Banyak keunggulannya. Satu, bisnis ini tidak memerlukan ruangan khusus seperti toko atau warung. Kita butuh, atau sedang ada pelanggan dan pembeli memesan maka tinggal pesan, dan  nunggu pesanan barang dikirim. Simpel sekali jadinya.
     Dua, tidak perlu menunggui toko seharian. Sambil menikmati rutinitas sehari-hari, kita bisa sambil menawarkan produk kepada teman-teman, tetangga dan siapapun yang kita temui di sekitar kita, mereka bisa memilih-milih produk yang sudah tercatat di katalog. Berikut harganya.
   Tiga, pelanggan tidak terbatas pada orang-orang di sekitar kita, tetapi juga orang-orang yang beraktivitas di dunia maya alias internet. Kita bisa menawarkan produk berkualitas ini pada mereka. Jadi, pangsa pasarnya besar dan luas sekali.
    Empat, produknya memang bagus dan berkualitas, dibuat secara natural dari bahan-bahan yang alami. Zaman sekarang kan, zamannya orang mesti ribut dulu soal kualitas, baik tidaknya bagi kualitas kesehatan. Berkat kualitas ini juga, akhirnya suami membolehkan bahkan memberikan dukungan penuh untukku berbisinis.
  Lima, teman-teman kerja yang motivatif dan saling berbagi pengalaman, saling memberi support. Dalam hal ini, aku sangat bangga dengan senior-senior seperti mbak Tasniem, Mbak Amelia juga mbk Ricka yang begitu tanggap dan kreatif dalam menhidupkan jaringan ini. Bahkan, tak segan-segan memberi bonus bagi yang punya dedikasi dan prestasi.
   Bayangkan saja, suamiku sampai terkaget-kaget melihat caraku berbicara yang lebih cerah dan selalu termotivasi untuk selalu menang dalam melawan diri sendiri dari rasa malas, takut gagal, dan sebagainya. Karena sebelum-sebelumnya aku selalu mengeluh karena mudah lelah dan tak punya motivasi. Yaa wajar, kerjaan numpuk tak habis-habis. Apa-apa habis di keluhan.
    Terakhir, tentu saja bikin hemat waktu, tenaga dan pikiran. Aku lebih enjoy sekarang dalam beraktivitas. Sangat cocok bagi ibu rumah tangga yang pengen tambah penghasilan, sekalian membantu beban suami dalam mencari nafkah. Sekalian belajar punya pikiran dan pandangan baru yang lebih sehat, dan lebih inspiratif.
      Anda tertarik bergabung? Bagi Anda yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, saya pikir, tidak salah untuk mencoba yang satu ini. Apalagi jika anda rutin buka facebook, twitter atau jejaring sosial lainnya. Jadikan aktivitas online Anda punya nilai plus! Sekalian hiburan, sekaligus menghasilkan!  So, waktunya tidak terbuang percuma.
    Seharusnya sekarang Anda merasa penasaran, dan segera ingin mengetahui bagaimana cara dan prosesnya. Monggo, tinggal klik saja di sini:  siti fatimah

Monday, May 28, 2012

STOP MENGELUH 2) :GALI WAWASAN SEGAR DAN PECAHKAN MASALAHNYA!


   Di saat-saat aku mulai pasrah dan menyerah, tiba-tiba suatu hari aku dibuat tertegun membaca status salah seorang teman. Mbak amel namanya. Status-statusnya kok keren-keren. Penuh semangat dan menularkan motivasi. Lama-lama aku penasaran sendiri.  Isinya sih, sedang menerapkan bisnis yang bisa dilakukan di rumah tanpa mengganggu rutinitas utama. Ah, tapi masak iyya ada bisnis yang seperti itu?
   Tetapi, tetap saja aku merasa terpanggil dan timbul penasaran. Diam-diam impian lamaku untuk menambah pemasukan yang tanpa mengganggu rutinitas dan kewajibanku sehari-hari membara kembali.
   Diam-diam juga, aku mulai rutin mengintip status-status terbaru mbak amel.  
  Rasa penasaranku pun terobati, ketika mbak Amel mengikutsertakan alamat situs pekerjaannya di diamond . Tanpa menunggu waktu, aku pun segera membuka-bukanya.       
  Oh, ternyata di dalamnya berisi testimoni2 kesuksesan di oriflame, yang bisa dijalankan dengan simpel dan tidak mengganggu penghasilan bahkan bisa menjadi sumber penghasilan. terutama lagi ketika ada cerita mbk2 ibu rumah tangga yang tidak mau jauh dari anak-anaknya. 
    Wow, kenapa tidak dicoba saja. Ini dia cara berbisnis yang aku suka dan aku cari sejak dulu. Aku pun segera mengisi form pendaftaran. Setelah selesai mengisi form, ternyata masalah tidak serta-merta ikut-ikutan terpecahkan!  Hatiku malah jadi gelisah tak karuan. Aku lalu tersadar, kenapa juga tadi aku mesti ngisi web itu? Gimana jika ternyata suami gak ngijinin? Kan itu menggunakan sistem MLM. Suami anti banget dengan yang namanya MLM, karena trauma sejak jaman kuliah. Bertubi-tubi pertanyaan muncul di benak. Sambil mikir cara jitu untuk minta ijin biar dianya gak marah, hati ini tak pernah tenang.
  Akhirnya sela waktu setelah magrib, kuberanikan diri untuk menyampaikan yang telah terjadi. Bagaimana pun kalo ngggak segera mendapat jawaban tentu hati ini semakin tidak tenang. Benar juga dugaanku, suami sama sekali tidak setuju!
   Tapi aku tak mau menyerah begitu saja. Apalagi, KTP dan 39.900 sudah kuserahkan mbk Amel.  Jadi, tak boleh mundur. Pasti suami sedang salah paham dengan pengalaman-pengalaman buruknya semasa kuliah dulu. Dikiranya MLM seperti yang pernah dialaminya.
   Selama satu jam lebih kuberikan suami penjelasan bahwa MLM yang dimaksud hanyalah pola menjalankan bisnisnya. Suamiku mulai pelan-pelan setuju ketika ia tahu bahwa oriflame adalah sebuah bisnis rumah dengan menjualkan produk, dan MLM adalah sistem yang digunakan. Alhamdulillah lega banget. Ternyata yang aku sampaikan masuk akal, bukan hanya ongkang-ongkang kaki makan gaji dan menuai kesuksesan yang tidak jelas.
   Oh, ternyata jitu benar. Coba kalau sejak awal aku fokus pada keluhan. Apa jadinya? Mungkin aku sudah menyerah sebelum bertindak. Dan mulai sibu mengurus ratusan atau bahkan mungkin ribuan keluhan dan masalah. Berkat fokus pada pemecahan masalah, selalu ada saja pemecahannya.
  Terima kasih Tuhan. Kau ciptakan sistem pikiran dengan imbal-balik yang jujur. Jika mengeluh maka yang diperoleh adalah keluhan dan tambah banyaknya timbunan masalah. Jika fokus pada pemecahan masalah, kau beri pemecahannya. Meski tak seketika sat itu juga. Mungkin karena Engkau ingin hamba-hambaMu tidak terlalu manja. Tetapi agar lebih matang kehidupannya!

Wo, Suami Malah Fanatik
      Tak kurang akal, agar suami makin setuju bahwa bisnis ini benar dan teruji, aku belikan dia salah satu produk Oriflame, yaitu pembersih wajah (5 in 1 Esensial). Sepulang kerja, dia  langsung cerita, produk itu cocok dan sangat bagus. Wajahnya benar-benar jadi bersih dan tidak kasar lagi. Lah, ndilalah, satu kali mencoba, suami malah keterusan. Loh, kok malah jadi fanatik pikirku, jadi geli sendiri. Oh, ternyata aku punya keuntungan lain dari bisnis ini.
   Selain, dapat pemasukan, aku tidak perlu lagi susah-susah berbelanja kebutuhan keluar rumah. Karena semua tersedia di Oriflame. Ya tinggal pesan saja melalui oriflame. Wah, efiesen dan efektif sekali. Benar-benar tidak menguras dan mengganggu banyak waktu. Saat itu tanpa sadar terucap dalam hatiku, luar biasa! Benar-benar keadaan yang tidak kuduga sama sekali. Terima kasih, Oriflame! Syukur alhamdulillah. Dan, terima kasih Mbak Amel, sudah mengenalkanku pada dunia dan pemikiran baru ini!
  Dan yang membuatku gembira, ternyata diam-diam suamiku membaca status-status fesbukku. Kata suami, ia kagum dengan lontaran bahasa yang digunakan. Dapat pelatihan menulis darimana sih? Begitu ucapnya. Kubilang kalau kena tular virus Mbak Amel dan sahabat-sahabat Oriflame. Begitu mengetahui perubahan pola bahasa yang kugunakan, ia benar-benar berubah mendukung 100%.       
      Alhamdulillah sekarang sudah sampai level 3% dan bermimpi, berharap dan beraksi untuk naik bulan ini minimal level 6%. Walaupun kemarin baru saja dapat sms dari prospek yang isinya sebuah penolakan aku sudah mulai membiasakan dengan penolakan-penolakan seperti itu. Tetap semangat apalagi setelah membaca catatan mbk Amel hari ini.
     Rasanya aku tidak pantas jika hanya berdiam diri sampai di sini sedangkan motivasi, sarana dan media belajar sangat mendukung. Semuanya tersedia gratis dan tinggal memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bagaimana tidak, sebagai bentuk apresiasinya, sekarang suami tidak ragu-ragu  diberi kesempatan mempunyai laptop, bisa dipakai buka ebook setiap saat (tidak seperti kemarin-kemarin). Uang masih bisa dicari, tapi kesempatan harus diambil selagi itu ada peluang yang bagus, dan itu tidak terjadi setiap saat, begitu kata suami.
SEMANGATTTT 

Sunday, May 27, 2012

STOP MENGELUH 1): PECAHKAN MASALAHNYA!


Bila Anda percaya angka 13 sebagai angka sial, Anda akan selalu
menghindari angka tersebut. Bila Anda percaya angka
8  membawa rejeki, Anda akan selalu mencari segala
sesuatu yang mencantumkan angka tersebut.
Kepercayaan seseorang akan sesuatu
mampu mengubah
tingkah lakunya secara bawah sadar,
Deddy Corbuzier.

 Menjadi ibu rumah tangga itu tidak mudah. Tetapi bukan berarti sulit atau kurang menyenangkan sih.  Mungkin bagaimana belajar kita mengetahui seninya. Toh susah dan senang  itu relatif. Senang bagiku, tidak berarti senang bagi yang lain. Jadinya, bagaimana pandai-pandainya mengelola keadaan pikiran.
    Berbagai kesulitan yang kita alami, kenyataannya terkadang malah membawa kita pada apa yang kita impikan selama ini. Mula-mula kita merasa berat menjalaninya, bahkan bisa jadi membuat kita seringkali tanpa sadar sampai mengeluarkan keluhan  tak habis-habis. Mengeluh, dan terus mengeluh sampe berpeluh-peluh. Entah, sampai kapan. Mungkin sampai kiamat kali ya?
     Setidaknya, itulah yang kualami. Yang kupikirkan, jika terus-terusan terbiasa menyelesaikan atau membuang gundah dan masalah dengan mengeluh, pada akhirnya ia akan menjadi sebuah rutinitas. Oh gawat. Bisa-bisa kita selalu fokus di situ. Enggan beranjak dan bikin gebrakan segar dalam hidup. 
   Lama-lama kupikir kegiatan mengeluh ini sangat tidak keren. Belum lagi, jika kebiasaan buruk ini malah ditiru-tiru sama anak. Wah, jadi mental warisan deh jadinya. Semoga tidak. Bagaimana pun aku harus memulai mencoba cara pikir  lain, yang lebih enak, menyenangkan, dan bisa membawaku pada inspirasi-inspirasi segar kehidupan.
   Toh,  ketimbang terforsir dan fokus saja pada keluhan akan hidup, bukankah lebih nyaman jika terforsir pada mencari ide. Sama-sama menguras energi. Hanya saja hasilnya lain. Fokus pada keluhan, energi kita terkuras. Motivasi jadi rapuh dan melemahkan. Hidup seperti gelap. Seakan-akan hidup selalu saja ada masalah. Semuanya terasa jadi beban menggantung. Beraaaat dan melelahkan! 
   Bayangkan saja, harus mengurus suami, mengurus anak, dan sebagai guru aku harus juga mengeluh dengan tugas-tugas sekolah. Belum lagi kalau ada siswa yang bandelnya minta ampun. Dan satu lagi, kadang kita punya problem dengan sesama! Entah sesama guru, sesama sahabat, atau sesama-sesama lainnya. Kalau dibikin status, wah. Tentu bejibun dah memenuhi wall di jejaring sosial. Oh, betapa berat nian menjalani hidup ini rasanya!
  Apalagi jika datang puncak kegalauan di tiap kali tiba awal bulan.  Uang gaji habis buat belanja sebulan, buat keperluan dapur, keperluan anak, bensin suami, dan juga keperluan diriku sendiri. Belum lagi untuk bayar gaji pengasuh anak kami. Wow, tamat deh ini pikiran!
   Repotnya, soal keuangan, suami memasrahkan segalanya. Suami beralasan paling tidak bisa memegang uang lama-lama. Bisa-bisa habis sebelum waktunya. Repot lainnya, jadwal turun gaji kami berjauhan jaraknya. Gajiku turun di awal bulan, sementara  gaji suami baru turun menjelang minggu kedua.  Belum turun gaji suami, uang sudah habis. Teler mah, kata orang Sunda.
  Mau tidak mau, harus seefiesen dan seefektif mungkin mengatur dan mengelola pengeluaran kalau tidak mau kolaps. Kalau tidak perlu betul, sebisa mungkin dipending saja pengeluarannya. Memang,  kondisi ini tidak selalu bikin ruwet sih. Terkadang, asyik juga menikmati seni pengelolaan uang di dalamnya. Apalagi, suami mau-mau saja setiap hari pengeluarannya diatur sedemikian rupa.
Mencoba Fokus pada Inspirasi
  Fokus pada pemecahan masalah! Itulah jalan yang kini kupilih. Buang kebiasaan mengeluh, ganti dengan kebiasaan lain yang lebih bermanfaat, lebih bermartabat dan membawa hasil hasil menggembirkan.  Apalagi, konon, setiap fokus pikiran punya hukum karmanya sendiri!
    Fokus pada keluhan, hukum karmanya adalah, pikiran buntu. Melemahkan motivasi, dan menguras energi hidup saja. Apa saja yang kita kerjakan di hari itu terasa lebih berat dijalankan akhirnya. Pandangan ke depan serasa padam!
    Fokus pada pemecahan masalah, pikiran jadi selalu ingin menciptakan kreasi-kreasi baru bagaimana dan seperti apa cara memecahkan masalah. Memang, sama-sama menguras energi. Tapi kan hukum karmanya beda!
   Gara-gara ingin mengetahui bagaimana mengatasi masalah agar bisa beres, kita jadi punya rutinitas baru. Jika biasanya buka internet, habis untuk main fesbok atau twitter, kita lalu punya kebiasaan lain yang sama-sama menghabiskan waktu. Nyari informasi-informasi segar yang bisa dijadikan referensi. Baca-baca buku yang mencetuskan inspirasi dan kebiasaan penuh inspirasi dan kreasi lainnya. 
   Keinginan kuat untuk memecahkan masalah, juga membuatku punya kebiasaan baru dalam bergaul dengan teman dan sahabat, baik di chatting dan dunia nyata. Jika biasanya berisi ajang curhat dan bertaburan gosip, kini situasinya menjadi benar-benar berbeda. Aku mengisinya dengan menggali referensi positif yang mungkin mereka miliki.
   Lumayan juga hasilnya. Dari mereka aku dapat referensi tentang jual majalah dan membantu mencari periklanan. Kebetulan, beberapa teman aktif di media. Tak banyak pikir, aku pun mencobanya. Aku ikut membantu mendistribusikan dan mencari pelanggan baru, termasuk mencarikan iklan.
   Sayangnya, iya memang benar sih, bisa sedikit menambal pemasukan keluarga. Tapi waktunya itu lho yang bikin nggak nguatin. Kerjaan utamaku sebagai ibu rumah tangga dan mengurus anak didik jadi terganggu. Duh, bagaimana ini. Kok susah banged. Pengen nambah pemasukan, tetapi gimana caranya nggak mengganggu aktivitas yang sifatnya lebih prioritas.
     Beberapa waktu menggali referensi, dapat juga kerjaan yang lebih ringan. Bisnis pulsa! Lumayan, tidak terlalu banyak menguras tenaga, pikiran, dan waktu. Tinggal ngasih pengumuman sama teman-teman, selesai sudah. Langganan setia pun bermunculan. Yaa, kebanyakan orang kan pengen ringkas dan tidak ribet. Membeli pulsa harus muter dulu ke konter. Maunya sih tiap orang kan pengen tinggal bilang: isi pulsaku. Sekarang! Selesai.
      Sekian lama bisnis pulsa, ternyata labanya cuma cukup untuk kebutuhan pulsa dua orang. Aku dan suamiku.  Yah, mari jangan mengeluh dahulu, pikirku. Fokus saja pada pemecahan masalah. Gimana caranya, tidak Cuma berhenti pada pemenuhan kebutuhan pulsa. Tetapi sekalian kebutuhan mencukupi isi dapur. Ah, tetapi bagaimana mungkinnnn, punya kerjaan dengan penghasilan cukup, tetapi tidak menyita kegiatan prioritas?
     Walah. Pasrah juga akhirnyaaaa.

Wednesday, December 21, 2011

Ada Kecoak?

Awalnya, di rumah selalu ada kecoak. Sampai pernah suatu ketika merasa jijik karena saking banyaknya kecoak itu. Sempat terpikir apa sich penyebabnya, padahal rumah sudah bersih? Akhirnya menemukan link http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Sekitar-Kita/Sains/Hiiii-Ada-Kecoa!/%28offset%29/10http://www.kidnesia.com/.
Ternyata : Konon, kecoa adalah serangga yang cukup disegani dan ditakuti oleh banyak orang di segala penjuru dunia. Menurut beberapa sumber bacaan, kecoa merupakan salah satu binatang/hewan tertua di dunia yang berasal dari zaman purba. Kecoak terdapat di berbagai penjuru dunia (kecuali kutub).
Karena binatang ini punya kemampuan dan desain tubuh yang tahan terhadap berbagai kondisi serta mampu bergerak dengan lincah. Kecoa memiliki banyak jenis dan macamnya sehingga mencapai ribuan spesies. Sebutan lain untuk kecoa, antara lain:
- Coro
- Roach
- Cockroach
Kecoa Jerman
Beda jenis beda habitat
Bagian tubuh kecoa inilah yang membedakan jenis kecoa. Di Indonesia ada beberapa jenis kecoa. Jenis kecoa yang umumnya berada di bangunan rumah hanya ada 2, yaitu kecoa amerika/American cockroach (periplaneta Americana) dan kecoa Jerman/German cockroach (Blattela Germanica).
Kedua jenis kecoa ini mempunya habitat yang berbeda. Kecoa Amerika sering berada di dalam tempat yang lembab dan hangat seperti septic tank atau saluran sanitari. Pada umumnya, jenis kecoa ini senang berada di luar rumah.
Sementara, kecoa Jerman senang berada di dalam rumah terutama pada tempat yang lembab, gelap dan banyak makanan, seperti dapur, lemari makan, atau di atas plafon rumah.
Nah, salah satu perbedaan yang menyolok di antara kedua jenis kecoa ini ada pada garis di pronothum -nya. Kalau kecoa Jerman tidak mempunyai garis coklat.
Apa sih yang menyebabkan kecoa masuk ke rumah?
Kecoa akan masuk ke dalam rumah bila sanitasi rumah tidak baik. Jadi, si kecoa punya jalan masuk ke dalam rumah. Kecoa-kecoa itu akan keluar dari habitatnya untuk mencari sumber makanan.
Kecoa Amerika
Kecoa Amerika misalnya, bila populasinya didalan septic tank bertambah banyak dan makanan yang tersedia berkurang, maka mereka akan keluar dari habitatnya untuk mencari makanan. Keoca bisa masuk ke rumah melalui saluran pembuangan yang tidak ditutup dengan baik.
Kenapa Banyak Orang Takut dengan Kecoa?
1. Kotor
Kecoa suka bersarang dan menetap di tempat lembab, gelap dan kotor seperti di got, di sampahan, di bawah lemari, di atap rumah, dan sebagainya. Karena kaki serta badannya yang kotor maka kecoak bisa mendatangkan serta menularkan penyakit pada makhluk hidup termasuk manusia.
2. Kakinya Yang Tajam
Pernah tidak seekor kecoa berjalan menyusuri bagian tubuhmu? Gimana rasanya? Geli? Tajam? Iiiiiih... pasti rasanya nggak menyenangkan deh. Iya, kan?
3. Jalannya Oleng Dan Cepat
Kecoa berjalan tak tentu tujuan. Soalnya kecoa hanya mengandalkan insting kebinatangannya. Kecoa memiliki dua sensor antena di kepalanya. Gerakan serta arah jalan dan terbang kecoak tidak dapat diduga. Kecoa pun bisa dengan cepat lari dari sudut yang satu, lalu tiba-tiba mampir ke badan kita. Ah, menyebalkan!
4. Warnanya Yang Gelap
Kecoa warnanya coklat, tapi ada juga yang warnanya putih gelap, hitam bercorak kuning, dan sebagainya. Yang pasti, warna itu terkesan kotor dan menjijikan siapa saja yang melihatnya.
5. Si Mata Satu
Kalau dilihat dari atas, kecoa kelihatan punya satu mata yang besar di atas kepalanya.
6. Makan Kotoran
Hewan ini makan kotoran dan sisa makanan yang berceceran. Ada juga kecoak yang senang dengan kotoran feses manusia. Terkadang makanan yang kita simpan pun dimakan kecoa jika kita tidak hati-hati menyimpan makanan.
7. Buang Kotoran Sembarangan
Kecoa suka buang kotoran seenaknya. Tapi, saat bertelur, kecoa selalu mencari tempat yang tersembunyi dan sulit dijangkau.
Tip Memberantas & Membunuh Kecoa
1. Disemprot cairan anti serangga.
2. Menebar serbuk kapur anti kecoa dan semut.
3. Menggunakan lem tikus.
4. Memakai alat jebakan khusus kecoa.
5. Dipukul benda tumpul atau diinjak dengan kaki, dll.
Nah, apakah teman-teman sudah mengenal lebih jauh si kecoa? Hihihihi... pantas saja, teman-teman banyak yang tidak suka dengan binatang yang satu ini. (Ervina/Kidnesia, berbagai sumber)
Fakta Seru:
1. Telur kecoa itu bercangkang keras
2. Ketika sudah dalam keadaan terbalik, hidup kecoa hanya bertahan selama 1 jam saja.
3. Kepala kecoa yang lepas masih bisa bertahan hidup sampai beberapa jam.
4. Konon daun salam dapat mengusir kecoa. Letakkan daun salam di tempat-tempat
yang disukai kecoa, pojok dapur.

Thursday, April 14, 2011

Semalam di Tretes

Materi pembelajaran dalam out bound siswa kelas I dan II 
adalah Kemandirian dan keberanian.

Untuk menghadapi tantangan adalah dua modal dasar bagi setiap manusia untuk tetap survive atau bertahan,dalam kompetisi di masyarakat, maka kedua hal itu harus diperkenalkan sejak dini kepada anak didik.

Hal ini pulalah yang melatarbelakangi SD Muhammadiyah 12 Surabaya menyiapkan program pembinaan kemandirian dan keberanian kepada siswa.

Maka, pada tanggal 1 dan 2 April 2011, siswa kelas I dan II diajak ke Tretes untuk mengikuti pembelajaran yang dimaksud.

Setelah menginap semalam di Villa Vinolia. Di pagi harinya siswa disuguhi berbagai macam game yang harus dimainkan oleh semua siswa. Diantaranya adalah

: menyambung sedotan (mengajarkan kekompakan), bola estafet (mengajarkan kerjasama), merayap (melatih keberanian dan kekuatan fisik) benteng takeshi (mengajarkan stategi). sdmuhammadiyah12sby.sch.id