Di saat-saat aku mulai pasrah dan menyerah,
tiba-tiba suatu hari aku dibuat tertegun membaca status salah seorang teman. Mbak
amel namanya. Status-statusnya kok keren-keren. Penuh semangat dan menularkan
motivasi. Lama-lama aku penasaran sendiri.
Isinya sih, sedang menerapkan bisnis yang bisa dilakukan di rumah tanpa
mengganggu rutinitas utama. Ah, tapi masak iyya ada bisnis yang seperti itu?
Tetapi,
tetap saja aku merasa terpanggil dan timbul penasaran. Diam-diam impian lamaku
untuk menambah pemasukan yang tanpa mengganggu rutinitas dan kewajibanku
sehari-hari membara kembali.
Diam-diam
juga, aku mulai rutin mengintip status-status terbaru mbak amel.
Rasa
penasaranku pun terobati, ketika mbak Amel mengikutsertakan alamat situs
pekerjaannya di diamond
. Tanpa menunggu waktu, aku pun segera membuka-bukanya.
Oh,
ternyata di dalamnya berisi testimoni2 kesuksesan di oriflame, yang bisa
dijalankan dengan simpel dan tidak mengganggu penghasilan bahkan bisa menjadi
sumber penghasilan. terutama lagi ketika ada cerita mbk2 ibu rumah tangga yang
tidak mau jauh dari anak-anaknya.
Wow,
kenapa tidak dicoba saja. Ini dia cara berbisnis yang aku suka dan aku cari sejak
dulu. Aku pun segera mengisi form pendaftaran. Setelah selesai mengisi form,
ternyata masalah tidak serta-merta ikut-ikutan terpecahkan! Hatiku malah jadi gelisah tak karuan. Aku
lalu tersadar, kenapa juga tadi aku mesti ngisi web itu? Gimana jika ternyata
suami gak ngijinin? Kan itu menggunakan sistem MLM. Suami anti banget dengan
yang namanya MLM, karena trauma sejak jaman kuliah. Bertubi-tubi pertanyaan
muncul di benak. Sambil mikir cara jitu untuk minta ijin biar dianya gak marah,
hati ini tak pernah tenang.
Akhirnya sela
waktu setelah magrib, kuberanikan diri untuk menyampaikan yang telah terjadi.
Bagaimana pun kalo ngggak segera mendapat jawaban tentu hati ini semakin tidak
tenang. Benar juga dugaanku, suami sama sekali tidak setuju!
Tapi
aku tak mau menyerah begitu saja. Apalagi, KTP dan 39.900 sudah kuserahkan mbk
Amel. Jadi, tak boleh mundur. Pasti
suami sedang salah paham dengan pengalaman-pengalaman buruknya semasa kuliah
dulu. Dikiranya MLM seperti yang pernah dialaminya.
Selama
satu jam lebih kuberikan suami penjelasan bahwa MLM yang dimaksud hanyalah pola
menjalankan bisnisnya. Suamiku mulai pelan-pelan setuju ketika ia tahu bahwa
oriflame adalah sebuah bisnis rumah dengan menjualkan produk, dan MLM adalah
sistem yang digunakan. Alhamdulillah lega banget. Ternyata yang aku sampaikan
masuk akal, bukan hanya ongkang-ongkang kaki makan gaji dan menuai kesuksesan
yang tidak jelas.
Oh,
ternyata jitu benar. Coba kalau sejak awal aku fokus pada keluhan. Apa jadinya?
Mungkin aku sudah menyerah sebelum bertindak. Dan mulai sibu mengurus ratusan
atau bahkan mungkin ribuan keluhan dan masalah. Berkat fokus pada pemecahan
masalah, selalu ada saja pemecahannya.
Terima
kasih Tuhan. Kau ciptakan sistem pikiran dengan imbal-balik yang jujur. Jika mengeluh
maka yang diperoleh adalah keluhan dan tambah banyaknya timbunan masalah. Jika
fokus pada pemecahan masalah, kau beri pemecahannya. Meski tak seketika sat itu
juga. Mungkin karena Engkau ingin hamba-hambaMu tidak terlalu manja. Tetapi
agar lebih matang kehidupannya!
Wo, Suami Malah Fanatik
Tak
kurang akal, agar suami makin setuju bahwa bisnis ini benar dan teruji, aku
belikan dia salah satu produk Oriflame, yaitu pembersih wajah (5 in 1 Esensial). Sepulang kerja,
dia langsung cerita, produk itu cocok
dan sangat bagus. Wajahnya benar-benar jadi bersih dan tidak kasar lagi. Lah, ndilalah,
satu kali mencoba, suami malah keterusan. Loh, kok malah jadi fanatik pikirku,
jadi geli sendiri. Oh, ternyata aku punya keuntungan lain dari bisnis ini.
Selain,
dapat pemasukan, aku tidak perlu lagi susah-susah berbelanja kebutuhan keluar
rumah. Karena semua tersedia di Oriflame. Ya tinggal pesan saja melalui
oriflame. Wah, efiesen dan efektif sekali. Benar-benar tidak menguras dan mengganggu
banyak waktu. Saat itu tanpa sadar terucap dalam hatiku, luar biasa!
Benar-benar keadaan yang tidak kuduga sama sekali. Terima kasih, Oriflame!
Syukur alhamdulillah. Dan, terima kasih Mbak Amel, sudah mengenalkanku pada
dunia dan pemikiran baru ini!
Dan
yang membuatku gembira, ternyata diam-diam suamiku membaca status-status
fesbukku. Kata suami, ia kagum dengan lontaran bahasa yang digunakan. Dapat
pelatihan menulis darimana sih? Begitu ucapnya. Kubilang kalau kena tular virus
Mbak Amel dan sahabat-sahabat Oriflame. Begitu mengetahui perubahan pola bahasa
yang kugunakan, ia benar-benar berubah mendukung 100%.
Alhamdulillah sekarang sudah sampai level 3%
dan bermimpi, berharap dan beraksi untuk naik bulan ini minimal level 6%.
Walaupun kemarin baru saja dapat sms dari prospek yang isinya sebuah penolakan
aku sudah mulai membiasakan dengan penolakan-penolakan seperti itu. Tetap semangat
apalagi setelah membaca catatan mbk Amel hari ini.
Rasanya
aku tidak pantas jika hanya berdiam diri sampai di sini sedangkan motivasi,
sarana dan media belajar sangat mendukung. Semuanya tersedia gratis dan tinggal
memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bagaimana tidak, sebagai bentuk
apresiasinya, sekarang suami tidak ragu-ragu
diberi kesempatan mempunyai laptop, bisa dipakai buka ebook setiap saat
(tidak seperti kemarin-kemarin). Uang masih bisa dicari, tapi kesempatan harus
diambil selagi itu ada peluang yang bagus, dan itu tidak terjadi setiap saat,
begitu kata suami.
SEMANGATTTT
No comments:
Post a Comment