Wednesday, September 24, 2008

Entah Mengapa?

Entah sampai kapan aku harus menunggu. Menunggumu untuk menjadi imam dalam sujudku. sejak fajar terbit setiap pagi aku menunggumu. Hingga fajar telah menyingsing dan waktu subuh telah habis engkau tak datang. Akhirnya harusku bersujud di detik2 terbitnya sans surya dengan sendirian.

Aku berharap siang menjelang saat adzan dhuhur dikumandangkan engkau datang untuk menjadi imam dalam sujudku. Entah mengapa engkau juga tak datang sampai dhuhur berakhir yang membuat aku harus bersujud diakhir waktu sendirian. Juga tak ada kabar yang mengisyaratkan ketidakdatanganmu.

Setelah surya mulai memasuki sepenggalah menuju ke peraduannya, aku sisakan tenaga untuk bersabar selalu berdoa agar engkau bisa datang menjadi imam dalam sujud asharku. Dan setelah itu engkau melepas lelah dan penat karena seharian harus bergelut dengan pekerjaan2 yang setia di kantor. Apalah daya, ternyata hingga sang surya mau kembali ke peraduannya engkau tak datang juga. harusku bersujud sendiri di akhir waktu lagi.

Oh... Mungkin engkau masih sibuk dengan pekerjaan2mu yang selalu menunggu sentuhan mesramu. Pagi2 benar pekerjaan itu telah menunggumu dengan setia. Saat siang menjelang seiring terik panasnya sang surya, pekerjaan itu juga belum beranjak selesai. Sehingga tak sempat untuk meluangkan waktu untuk menjadi imamku dalam sesaat.

Kalau pada waktu subuh, dhuhur dan ashar engkau tak datang aku masih bisa memaklumi kemungkinan2 yang menjadi penyebab ketidakdatanganmu. Tapi ketika magrib menjelang engkau tak datang, hatiku gundah. Gelisahku selalu menemani setiap sang surya telah bersembunyi ke peraduannya. Beribu tanyaku kenapa engkau tak datang? Adakah sesuatu telah terjadi denganmu sehingga engkau tak akan datang? Hingga datang waktu isya tak ada kabar yang mengisyaratkan ketidakdatanganmu. Dan gelisahku pun mencapai puncaknya. Kesabaranku entah telah bersembunyi di mana. Sekarang tinggallah kepasrahanku pada Nya. Aku sudah dititik nadzir dalam berusaha.

Hanya sebuah keajaibanlah jika sampai engkau menemuiku dan mau menjadi imam dalam sujudku. Dan semoga akan terjadi sebuah keajaiban ini. Kekuatan doalah yang akan membuktikannya.


Sunday, August 31, 2008

Eidelweis

Keabadian

17 Agustus 2008

Seperti keinginanku
Menjadi Eidelweis sejati
Akan selalu abadi

Meski......
Mungkin tanpa kau sadari
Aku tak kan pernah tergantikan
Oleh apapun, siapapun

Suatu saat kau kan sadar
Betapa abadinya aku
di Hati mu

Wujudku mungkin sudah tak seperti semula
Namun perlu kau ketahui
Aku tak kan bisa di gantikan

Seperti Eidelweis
Walaupun telah kering
Tetap saja layak jual
Laku di pasaran
Tanpa mengurangi keharumannya

Pun juga diriku
Telah jauh darimu
sekalipun
Akan tetap abadi

Selamat datang

Allahu Akbar.......

Marhaban yaa Ramadlan.....

teruntuk saudara2ku yang mau merelakan waktunya untuk mengunjungi rumahku ini.

selamat menunaikan ibadah puasa bulan ramadlan dan segala ibadah lain yang mengikutinya. semoga kita semua mendapat rahmat, hidayah maghfirahNya.

dari hati yang paling dalam pemilik rumah mohon maaf sebesar besarnya hanya untuk menyempurnakan ibadah di bulan ini.

terima kasih saudaraku yang telah memaafkan aku dan segala kesalahanku. aku pun juga begitu. akan memaafkan semua kesalahan2 saudara2ku.

Wednesday, July 9, 2008

semilidetik

Semilidetik Untuk Meraih Emas
Jika setiap pagi bank memberi anda pinjaman uang sebesar Rp. 86.400,- bebas untuk digunakan hanya pada hari itu saja, apa yang anda lakukan? Pastinya anda akan memanfaatkan uang itu sebaik-baiknya sebelum hari itu berakhir. Daripada hangus begitu saja, ya kan?

Kita semua memiliki bank seperti itu, namanya WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi anda pinjaman 86.400 detik yang akan hangus jika tidak digunakan pada hari itu juga. Tidak ada waktu tambahan dan tidak ada juga “uang muka” untuk pinjaman esok harinya. Jadi, gunakan waktu anda sebaik-baiknya dan mulailah bertindak sekarang juga.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN,
tanyakan pada murid yang tidak naik kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN,
tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur

Agar tahu pentingnya waktu SEHARI,
tanyakan pada tukang bakso yang tidak bisa jualan hari ini.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT,
tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK,
tanyakan pada peraih medali perak cabang renang di Olimpiade

sumber:
malwa@kepribadian-malwa.com//

Thursday, June 19, 2008

Berdiri Bulu Romaku

Tiba-tiba bulu kuduk ini berdiri saat membaca berita kemiskinan dan sederet penderitaan lainnya. Aku tidak sengaja mencari berita ini. Akan tetapi, berita ini seolah menjadi kesatuan pada setiap berita suatu daerah. Awalnya aku hanya ingin info tentang Pulau Sumba, karena ada keluarga dekatku yang ditugaskan di sana sekitar dua bulan lagi. Setelah searching, akhirnya aku menemukan beberapa berita tentang pulau sumba tersebut. Ketika sampai pada berita Kemiskinan di Desa Weepangala,Sumba Barat ini bisa diakses http://sumbaisland.com/west-sumba/kemiskinan-di-desa-weepangalasumba-barat.html detak jantungku seolah berhenti.

Ternyata tidak hanya di Pulau Jawa yang padat penduduknya, tetapi juga hampir di seantero jagad ini sudah padat penduduknya. Dan itu semua diikuti kemiskinan diberbagai bidang karena penghasilan yang minim. Dari penghasilan yang minim akhirnya tidak bisa akses pendidikan dengan mudah, kesehatan juga semakin jauh, akibatnya mereka hidup apa adanya.Dari berita di atas disebutkan bahwa ada beberapa masalah yang menjadi sebab kemiskinan di weepangala antara lain Luas lahan yang diolah sangatlah sempit, karena kekurangan alat pertanian (alat bajak tanah/Luku), Masyarakat mudah jatuh sakit, karena pekerjaan mencari sumber air sangatlah jauh, Penyakit pada ternak babi, ayam dan kambing, Anak-anak tidak dapat melanjutkan sekolah karena kekurangan biaya pendidikan.

Semakin memperjelas dampak yang ditimbulkan dari kemiskinan. Manusia menjadi bodoh, kelaparan dan mudah sakit yang akhirnya berdampak pada lingkungan sekitarnya tidak berkembang.

Friday, June 6, 2008

Kegiatanku

Semenjak aku di surabaya, aku bertahan hidup dengan mengasuh anak. Tentunya di sela-sela waktu. Tepatnya mulai 4 bulan terakhir di tahun 2003. Setiap hari kegiatanku adalah mengasuh mereka. Dulu masih satu yang kini di foto dah tampak besar. mulai dia umur 4 bulan. Namanya secantik anaknya. Nadaa Shafa Nadhifa.
Kini dia telah mempunyai adik baru, tepatnya bulan nopember tahun kemarin. Si kecil ini juga cantik tidak jauh dari kakaknya. Namanya Amara Raya Asyara. Cantik juga kan namanya. selain namanya yang cantik itu dia juga punya nama panggilan yang sering digunakan orang dekatnya. Chabi2 atau melon. Tentu saja hanya karena tubuhnya yang ndut dan nggemesin.
Tidak hanya mengasuh pada hari2 tertentu, tetapi hampir sepanjang hari kecuali malam. Sekarang aja, waktuku berkurang buat mereka karena lagi punya kesibukan baru. Nama kerennya jadi operator. Nama sederhananya ya penjaga rumah ini. Selain itu karena juga ada temen yang bersedia menjadi pendampingku untuk mengasuh mereka.
Walaupun kadang pendampingku rada bandel, pulang ga balik-balik,atau kalo lagi punya alasan sakit yang ga bisa diganggu, yang membuat rumah ini sepi orangnya enjoy. Seperti layaknya pendamping hidup, bikin hidupku lebih berwarna dan ga terasa sepi. Dia mampu memberi masukan yang membangun, membangkitkan semangatku lagi ketika aku sudah pesimis menghadapi semuanya. Dia sebenarnya bukan orang yang pinter banget, orang kota, tapi lebih bisa ngerti aku.

Ni dulu ya curhatnya. Kapan2 disambung lagi


Friday, May 23, 2008

Bertahan Hidup

Ini adalah berita dari kehidupan nyata .. real. Perzinaan meraja lela. Bahkan oleh anak-anak SMA. Demikian lah keadaan sebagian anak-anak didik kita. Mohon perhatian kepada Pemerintah, Orang tua, Guru dan pendidik lainnya, dan masyarakat, termasuk diri kita masing-masing, untuk mengatasi hal ini.

Mungkin hal ini terjadi pula di kota-kota yang lain .. SBY, JK, JKT, SMG, MDN, MKS, dll, dll. Jika ini tidak diperhatikan niscaya seperti penyakit menular yg akan menggurita menimpa seluruh rakyat. Generasi muda adalah penerus bangsa.

Terus terang .. saya sendiri tidak tahu bagaimana mengatasinya. Para guru pastilah punya cara lebih jitu. Namun sebagai orang tua .. saya kira .. cukuplah dengan perhatian pada si anak. Cek jadwal sekolahnya. Cek kapan pulangnya. Tanyakan PR dan suasana sekolah hari ini. Berikan kasih sayang ke mereka. Doakan selalu. Doa orang tua itu termasuk salah satu yang mustajab.

Semoga Allah selalu melindungi kita. Amien.

Lebih baik bekas jelek

Masa SMA berlangsung hanya sebentar. Bagi para grey chicken, pelajar SMA yang nyambi jadi PSK, “masa jual” juga tidak lama. Kisah Dita, kini 19 tahun, merupakan legenda para ayam abu-abu. Setelah memaksimalkan masa jual, Dita sekarang punya hidup baru yang bahagia.

SETIAP komunitas punya legenda sendiri-sendiri. Tidak terkecuali dengan dunia grey chicken Surabaya. Dunia ayam abu-abu Surabaya tak bisa dilepaskan dari nama Dita (bukan nama sebenarnya). Hingga enam bulan lalu, dalam milis-milis maupun dari mulut ke mulut, nama Dita termasuk yang paling dibicarakan dan direkomendasikan.

“Pasti menyenangkan dan memuaskan,” ucap Luki (juga nama samaran), seorang penggiat komunitas milis hidung belang di dunia maya. Boleh dibilang, kendati tarifnya bukan termasuk tarif grade A, Dita selalu laris.

Hanya, Dita sekarang sudah “gantung CD” (mengundurkan diri) dari dunia grey chicken. Selain sudah duduk di semester dua sebuah perguruan tinggi negeri di Surabaya, dia sudah mempunyai segalanya dan mapan secara finansial.

Memang, Dita tidak sepenuhnya berhenti. Dia kini hanya melayani pelanggan-pelanggan lamanya. “Motivasinya pun bukan karena uang. Lebih untuk balas budi. Maklum, mereka-mereka (para pelanggan, Red) itulah yang dulu membantunya meraih apa yang dia miliki sekarang,” jelas Luki.

Sebuah rumah, sebuah toko telepon seluler di WTC Surabaya, sebuah mobil, dan pekerjaan di sebuah majalah telah cukup untuk membuat Dita tidak aktif di dunia grey chicken lagi. “Semua sudah cukup. Apa lagi yang saya cari,” ujar Dita, mantan siswa di salah satu SMA kompleks tersebut.

Kisah Dita ini memang menjadi referensi bagi para grey chicken yang sekarang masih aktif. Dia mampu memanfaatkan ke-SMA-annya secara konsisten untuk mencapai tujuan. Masa SMA yang pendek itu benar-benar dimaksimalkan, supaya ketika lulus tak perlu lagi melakukannya.

Kepada koran ini, Dita sendiri bilang ingin kisah hidupnya ini didokumentasikan dengan baik. “Aku ingin membukukan kehidupanku. Tapi nanti, tidak sekarang,” katanya.
***
Bila melihat Dita, kita sama sekali tak akan membayangkan bahwa dia itu grey chicken kelas atas. Dia bertinggi badan 168 cm, berperawakan sedikit kurus, berkulit agak legam, dengan wajah relatif “standar”. Pembawaannya juga jauh dari kesan “nakal”, cenderung terkesan baik-baik.

Rambut hitam Dita yang sebahu tidak “diapa-apakan”, hanya tergerai begitu saja. Wajah pun tak pernah di-make up macam-macam. “Saya hanya rajin facial. Meski saya hitam, tapi kalau bersih, orang pasti suka,” tegasnya.

Saat SMA dulu, Dita bahkan dikenal sebagai anak pendiam. Cuma, ada satu ciri khas yang membuat dirinya dicurigai. “Ada seorang teman yang sempat curiga. Sebab, saya sering gonta-ganti laptop atau ponsel. Padahal, dia tahu bahwa keluarga saya bukan termasuk keluarga mampu,” ungkapnya.

Keistimewaan Dita baru terasa setelah kita berdialog dengan dia. Kendati “pas-pasan” dalam hal fisik, dia tergolong smart. Dia bisa diajak ngobrol soal apa pun. Mulai kenaikan harga BBM hingga pemilihan presiden Amerika Serikat. “Saya tak tahu mendalam. Tapi, saya selalu berusaha mengikuti berita,” jelasnya.

Selain itu, kepada tamu atau pria yang baru dikenal, Dita sangat familier. Dia pandai membawa suasana. Sehingga menjadi cair, informal, dan akrab.

Dita pun dikenal tak mau tanggung-tanggung dalam men-servis tamunya. Pernah, awal 2007, seorang tamu yang dikenalnya via internet datang ke Surabaya. Sang tamu membuat janji kencan tepat setelah Dita pulang sekolah.

Untuk memenuhi janji, Dita tak langsung meluncur ke kamar hotel sang tamu. Dia justru mampir dulu ke Tunjungan Plaza. Di sana, Dita menyempatkan diri membeli lingerie karena dia tahu sang tamu sangat suka pakaian dalam seksi.

Yang membuat para tamu senang, meski telah menaikkan standar layanan (seperti membeli lingerie), Dita tak pernah menaikkan tarif seenaknya. “Dibayar standar pun, tak masalah. Prinsipnya, saya berusaha semaksimal mungkin menyervis tamu. Perkara tamu memberi lebih atau tidak, urusan belakangan,” tegasnya.

Dengan prinsip sederhana seperti itu, dia malah sering mendapat tambahan. Dari kesepakatan Rp 500 ribu, Dita sering mendapat Rp 1 juta. “Ada juga yang kadang-kadang memberi hadiah lebih,” ujarnya.

Menurut pengakuan Luki, lain rasanya bila bisa meniduri gadis cerdas. “Lebih menantang gitu,” katanya.

Selain kemauan untuk berbuat “lebih”, yang membuat Dita menjadi legenda di sebuah komunitas milis adalah kemampuan menulisnya yang luar biasa. Saking bagusnya, komunitas itu membuat ruang khusus untuk tulisan-tulisan tentang pengalaman-pengalamannya.

Sebagus apa tulisan-tulisannya? “Luar biasa, Bos. Kalau dibandingkan dengan tulisan terbaik di situs porno 17 tahun, bisa tiga kali lipatnya,” ungkap Luki yang menyebut Dita pandai bertutur dan memilih kata-kata yang pas. “Dia juga pintar menyisipkan humor dalam tulisan-tulisannya,” katanya.

Menurut Luki, orang pasti betah membaca tulisan Dita. Salah satu cerita favorit Luki adalah ketika Dita bercerita mengenai kencan sehariannya dengan seorang tamu. “Sangat panas,” komentarnya.
***
Kisah hidup Dita sebenarnya terbilang klise, tak berbeda jauh dari kisah-kisah pahit di sinetron. Dia berasal dari keluarga sederhana, menanggung tiga adik.

Keluarga Dita mulai berantakan pada 2005. Bapaknya ditangkap polisi karena terlibat pemalsuan sejumlah dokumen penting. Ibunya tidak bekerja, sementara dia masih duduk di pengujung kelas 1 SMA. Situasi itu memaksa Dita memutar otak, agar dia, ibu, dan tiga adiknya tetap bisa makan.

Dita kemudian melirik internet sebagai cara cepat mendapat uang. “Saya sudah menguasai internet sejak SMP,” ucapnya.

Akhirnya, dengan segala pertimbangan, dia memutuskan menjadi seorang grey chicken, termasuk menjual keperawanannya. “Pelanggan pertama saya ketemu di chatting. Waktu itu, saya dapat Rp 2 juta,” ungkapnya.

Selanjutnya, “karir” dan hidup Dita berjalan mulus. Sejumlah gadget terbaru pun menjadi koleksinya. Sebuah rumah di kawasan Surabaya Timur sudah menjadi miliknya. Ibu dan ketiga adiknya sudah tak memusingkan lagi biaya hidup sehari-hari.

Bila ditanya dapat uang dari mana, Dita menjawab hasil kerjanya menulis artikel di internet. Ibunya -yang tergolong awam teknologi- hanya menganggut-anggut.

Hebatnya, meski banyak membeli gadget, dia tak sembarang membelanjakan uang. Sebagian uang dia gunakan untuk membeli berbagai perhiasan emas. “Sebagai tabungan,” katanya. Dita mengaku tak pernah membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang tak esensial.

Cobaan baru dirasakan Dita pada akhir 2007. Pacar yang dia harapkan menjadi pasangan hidup tiba-tiba pergi. Kemudian, seorang “rival” di dunia grey chicken memberi tahu ibunya tentang kehidupan Dita yang sebenarnya.

Tentu saja, kabar itu membuat sang ibu sangat marah, sampai tak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa menangis.

Bukan hanya itu, selama dua bulan Dita sempat tenggelam dalam narkoba. Buntutnya, dia pun terbelit krisis finansial baru.

Untunglah, komunitas pendukungnya di dunia maya mau membantu. Para anggota komunitas, terutama yang di Jakarta, berpatungan memberinya uang. Hingga akhirnya, terkumpul uang Rp 38 juta.

Ditambah tabungan, Dita memakai uang itu untuk membuka sebuah toko telepon seluler di WTC Surabaya. Pelan-pelan, dia berusaha bangkit lagi. “Saya tidak akan menyerah,” tegasnya.

Niat membangun kehidupan baik-baik untuk masa depannya tak pernah padam. “Ibu mulai mau berbicara dan berusaha memahami aku,” katanya.

Dita menyatakan tak pernah menyesali pekerjaan lamanya sebagai grey chicken. “Itu bagian dari prosesku. Lagi pula, aku tak bisa seperti sekarang kalau tak melakoni kerja begitu,” ujarnya.

Dia menegaskan, “Lebih baik jadi bekas orang jelek-jelek daripada bekas orang baik-baik.” (habis/Tim JP)





Sumber: orgawam.wordpress.com

Thursday, May 22, 2008

Reunian

Nich critanya si cantict habis silaturrahim ke rumah guru aliyahnya dengan kakak dan adik-adik. Yang pake baju putih jilbab merah nich namanya Nurdiani. Trus cowok yang paling cakep ni Wasis. Mereka adik kelas tiga tingkat. dan yang pake pink tu dia adiknya si cantict beneran. And yang terakhir baju merah dikenalin ni calon dosen Bahasa Indonesia. Kakak Yudianti tercinta. Seru juga reunian.

Pose ini diambil pada bulan Syawal tahun lalu. Sehabis silaturrahim ke rumah guru matematika. Serunya lagi habis berpose cantict artis-artis nich kehujanan, sampai-sampai yang ngambil gambar g sempat berpose. Oya, sampai lupa gambar nich diabadikan oleh Juminto yang g sempat ke potret keburu hujan. Kasian juga sech sebenernya. tapi gimana lagi. Akhirnya langsung pulang dengan kecepatan tinggi.

Ngaji Online Yuuk!!!

Bagi kita yg terbiasa membaca Al-Quran atau mengulang hafalan dengan menggunakan mush-haf Utsmani cetakan versi Timur Tengah, maka akan kita temukan bahwa juz 2 ada di halaman 22, juz 3 di hlm 42, ... juz 30 di hlm 582. Kalau kita perhatikan, setiap halaman selalu diakhiri angka 2, dari sini kita dapat membuat suatu rumus untuk mengetahui letak halaman setiap juz dalam mush-haf:
nomor juz dikali 2 dikurang 2 kemudian hasilnya di ikuti angka 2

Misalnya kita ingin buka juz 15 pada mush-haf:

15 x 2 - 2 = 28 diikuti angka 2 = 282

Dari rumus diatas dapat diketahui bahwa juz 15 ada di halaman 282 pada mush-haf.
Coba lagi achh....

Juz 30:
30 x 2 - 2 = 58 diikuti angka 2 = 582

Rumus ini mempermudah kita yang ingin muraja'ah (mengulang) hapalan Al-Quran. Misalnya kita mau muraja'ah juz 2, maka tinggal memakai rumus di atas untuk menentukan letak halamannya. Jadi ga perlu pusing2 nyari halaman juz 2 dan seterusnya.

Penasaran mau coba......? Buktikan di QuranFlash <http://www.quranfla sh.com/en/ quranflash. html> aja.

Tapi ingat, rumus ini hanya berlaku untuk mush-haf Utsmani cetakan versi Timur Tengah, tidak berlaku untuk cetakan versi Indonesia. Tetapi ada sebagian cetakan mush-haf terjemah Al-Quran versi Indonesia yang halamannya sama dengan versi Timur Tengah, seperti mush-haf terjemah terbitan Syaamil dan Diponegoro. Saya baru mengecek mush-haf dari 2 penerbit tersebut, yang lain belum saya lihat.

Sumber: rully_1912@yahoo.co.id

Friday, May 9, 2008

kepentingan dakwah

“Kepentingan Dakwah”

Hendaklah diantara kamu satu golongan yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar.(pangkal ayat 104).

Kalau pada ayat lalu telah diterangkan, bahwa nikmat islam telah menimbulkan persaudaraan, menjinakkan hati dan menyebut umat manusia yang nyaris terbenam ke dalam neraka, maka untuk memelihara kokohnya nikmat itu, hendaklah ada dalam kalangan jama’ah muslimin itu suatu golongan, dalam ayat ditegaskan suatu umat yang menyediakan diri mengadakan ajakan atau seruan,tegasnya dakwah. Yang selalu mesti mengajak dan membawa manusia berbuat kebaikan, menyuruh berbuat ma’ruf, yaitu yang patut, pantas dan sopan, dan mencegah perbuatan munkar, yang dibenci, dan yang tidak diterima.

Disini terdapat dua kata penting, yaitu menyuruh berbuat ma’ruf, mencegah perbuatan munkar. Berbuat ma’ruf diambil dari kata ‘uruf yang dikenal, atau yang dapat dimengerti dan dapat dipahami serta diterima oleh masyarakat. Perbuatan yang ma’ruf apabila dikerjakan, dapat diterima dan pahami oleh manusia serta dipuji, karena begitulah yang patut dikerjakan oleh manusia yang berakal. Yang munkar artinya ialah yang dibenci, yang tidak disenangi, yang ditolak oleh masyarakat, karena tidak patut, tidak pantas, tidak selayaknya yang demikian dikerjakan oleh manusia berakal. Agama datang dan menuntun manusia memperkenalkan mana yang ma’ruf dan mana yang munkar. Sebab itu, maka ma’ruf dan munkar tidaklah terpisah dari pendapat umum. Kalau ada perbuatan ma’ruf, seluruh masyarakat umumnya menyetujui, membenarkan dan memuji. Kalau ada perbuatan munkar, seluruh masyarakat menolak, membenci dan tidak menyukainya. Sebab itu, bertambah tinggi kecerdasan beragama, bertambah kenal orang akan yang ma’ruf dan yang bertambah benci orang kepada yang munkar. Karena itu wajiblah ada dalam jama’ah muslimin segolongan umat yang bekerja keras menggerakkan orang kepada yang ma’ruf itu dan menjauhi yang munkar, supaya masyarakat itu bertambah tinggi nilainya.

Menyampaikan ajakan kepada yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar itulah yang dinamakan dakwah. Dengan adanya umat yang berdakwah, agama menjadi hidup, tidak menjadi seolah-olah mati.

Bidang untuk menyampaikan dakwah terbagi dua,umum dan khusus. Yang umum banyak pula cabangnya, sebab masyarakat bercabang-cabang pula. dakwah kepada kalangan umat islam sendiri, supaya mereka memegang agama dengan betul dan beragama dengan kesadaran. Dan pemeluk agama ada dalam segala bidang kemasyarakatan, dalam pertanian, perniagaan, pekerjaan tangan perburuhan, dan kepegawaian. Dipertimbangkan juga tingkat kecerdasan, di kampong atau di kota, laki-laki perempuan, tua atau muda, orang yang lebih cerdas atau yang tinggi pendidikannya dengan orang yang rendah kecerdasannya.

Dalam bidang umum, termasuk propaganda menjelaskan kemurnian agama keluar. Pertama bersifat mengajak orang lain supaya turut memahami hikmat ajaran islam. Dan kadang-kadang bersifat menangkis serangan, atau tuduhan yang tidak-tidak terhadap agama.

Yang bersifat khusus ialah dakwah dalam kalangan keluarga sendiri, menimbulkan suasana agama di kalangan keluarga, mendidik agar patuh akan perintah tuhan, berlomba berbuat baik. Dakwah tidak berhenti, walaupun antara sesama golongan sendiri.

Di dalam ayat, bertemu tiga kewajiban yang dihadapi. Yang dua berpusat kepada yang satu. Yang satu ialah mengajak kepada kebaikan. Dia menimbulkan dua tugas. Pertama menyuruh berbuat ma’ruf, kedua melarang berbuat munkar.

Setengah ahli tafsir mengatakan bahwasanya yang dimaksud degan al-khoiri yang berarti kebaikan di dalam ayat ini ialah islam, yaitu memupuk kepercayaan dan iman kepada tuhan, termasuk tauhid dan makrifat, dan itulah hakikat kesadaran beragama yang menimbulkan tahu membedakan yang baik dan yang buruk, yang ma’ruf dengan yang munkar. Selanjutnya ialah timbul dan tumbuhnya rasa kebaikan dalam jiwa yang menyebabkan tahu pula dan berani menegakkan mana yang ma’ruf dan menegakkan mana yang munkar. Kalau kesadaran beragama belum tumbuh, menjadi sia-sia sajalah menyebut yang ma’ruf dan menentang yang munkar. Sebab untuk membedakan yang ma’ruf dengan yang munkar tidak lain dengan ajaran tuhan.

Oleh sebab itu, dapatlah diambil pesan, bahwa di dalam mengadakan dakwah, hendaklah kesadaran beragama ini wajib ditimbulkan terlebih dahulu. Suatu dakwah yang mendahulukan hukum halal dan haram sebelum orang yang menyadari agama adalah perbuatan yang percuma, sama saja seperti seseorang yang menjatuhkan talak kepada istri orang lain.

Di sini kita bertemu dengan dua kata penting, yaitu pertama ummatun, yang berarti umat hendaklah antara suatu umat. Yang kedua kata yad’ unna yaitu melancarkan dan menjalankan seruan, tegasnya dakwah. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa di kalangan umat islam yang beser jumlahnya ini, dewasa ini tidak kurang dari 900 juta umat. Hendaklah ada lagi segolongan umat yang menjadi inti yang kerjanya khusus mengadakan dakwah. Atau hendaklah seluruh umat itu sendiri sadar akan kewajibannya mengadakan dakwah. Sebab kehidupan agama, kemajuan atau kemundurannya sangat bergantung kepada dakwah.

Ayat yang mengatakan: hendaklah ada antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan jelaslah, bahwa bidang yang akan dihadapi oleh umat pemegang dakwah itu ada dua, pertama dakwah ke dalam kalangan umatnya sendiri, dan kedua dakwah keluar kalangan islam.

Pada zaman hidup Rasulullah Saw dan beberapa waktu kemudian setelah beliau meninggal dunia, orang-orang yang telah beragama islam sendiri masih menerima dakwah langsung dari Muhammad Saw dan para sahabat beliau. Maka hukum-hukum yang belum diketahui, mereka minta penjelasannya kepada Rasul. Kalau mereka tidak tahu mereka bertanya. Setelah zaman Rasul dan sahabat berlalu datanglah ulama-ulama, sejak tabiin sampai kepada tabii-tabiin sampai kepada ulama mutaqaddimin, sampai kepada ulama mutaakhirin, melanjutkan dakwah dalam kalangan umat islam sendiri, supaya muslim itu sadar terus akan agamanya.

Dalam pada itu diadakan pula dakwah keluar, memberikan pengertian tentang hakikat kebenaran islam kepada orang-orang yang belum memeluknya.

Yang ma’ruf, sebagaimana kita katakan tadi ialah perbuatan baik yang diterima oleh masyarakat yang baik. Dengan demikian nyatalah kewajiban seorang yang jadi ahli dakwah atau umat dakwah. Membentuk pendapat umat yang sehat, atau public opini. Dan yang munkar adalah segala perbuatan atau gejala-gejala yang buruk yang ditolak oleh masyarakat. Dengan selalu adanya dakwah, maka terdapatlah masyarakat yang sehat dan itulah tujuan hidup manusia, sebab manusia itu pada hakikatnya tidaklah ada yang menyukai yang munkar dan menolak yang ma’ruf. Maka apabila amar ma’ruf nahi munkar terhenti, itulah tanda bahwa masyarakat tadi mulai ditimpa penyakit. Kemenangan dan kejayaan pergaulan hidup manusia ialah pada adanya kesadaran akan kebaikan dan ma’ruf dan tolakan yang mutlak atas yang munkar. Itulah sebabnya, maka ujung ayat menjelaskan : dan mereka itu, ialah orang-orang yang memperoleh kemenangan (ujung ayat 104).

Meskipun di dalam rasa bahasa, sepintas lalu agak kaku bunyinya salinan ayat ini yaitu “dan mereka itu ialah” namun dengan menyalin demikian lebih terasalah inti maksud ayat, yaitu hanya orang-orang yang tetap menjalankan dakwah itu, artinya itu sajalah yang akan memperoleh kemenangan. Sebab dengan adanya dakwah, kemunkaran dapat dibendung dan yang ma’ruf dapat dialirkan terus sehingga umat tadi menjadi pelopor kebajikan di dalam dunia.



sumber: tafsir al-Azhar juz 4 QS.3:104

Wednesday, May 7, 2008

'IRM Siap Bertrasformasi Menjadi IPM'

MAKASSAR -- Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) siap melakukan transformasi gerakan menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ketua Umum PP IRM, Moh Mudzakkir menegaskan, IRM akan kembali berubah menjadi IPM. Namun, IPM dengan visi dan misi yang benar-benar baru sehingga mampu menghadapi tantangan perubahan zaman.

''IPM akan memosisikan diri sebagai gerakan yang berbasis pelajar,'' ujar Mudzakkir dalam pidato pembukaan Konferensi Pimpinan Wilayah (Konpiwil) IRM se-Indonesia di Auditorium Gedung Fajar Graha Pena, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/1). Ke depan, papar dia, IPM akan terus berupaya untuk melakukan pencerdasan bagi para pelajar dan remaja.

Menurut Mudzakkir, IPM akan membuka sekolah advokasi pendidikan politik bagi para pelajar. Saat ini, tutur dia, pelajar selalu dieksploitasi dan ditempatkan sebagai objek politik. Dengan adanya sekolah advokasi, Mudzakkir berharap, para pelajar lebih memahani hak dan kewajiban politiknya sebagai warga negara. ''Gerakan pelajar sejak dulu selalu memegang peranan penting bagi bangsa Indonesia,'' cetusnya. Selain itu, papar Mudzakkir, ke depan IPM akan menghidupkan gerakan membaca. ''Pencerdasan tak akan berarti kalau tak didukung gerakan membaca,'' tuturnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin menyambut baik rencana IRM yang akan berubah menjadi IPM. Din meminta agar IPM terus melakukan penguatan basis gerakan di sekolah-sekolah. ''Dalam melakukan kaderisasi, IPM yang baru harus menerapkan paradigma yang baru sesuai dengan tantang zaman,'' ungkap Din di hadapan peserta Konpiwil IRM se-Indonesia.

Din juga menegaskan, seluruh SMP, SMA, dan SMK yang berada di bawah bendera Persyarikatan Muhammadiyah harus menjadikan IPM sebagai satu-satunya organisasi intrasekolah. Pihaknya juga meminta agar IRM yang akan berubah menjadi IPM bisa menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. ''Saya akui, IPM dan IRM telah melahirkan kader-kader bangsa yang berkualitas.

Kalau seandainya saya terlahir kembali, maka saya pasti akan menjadi anggota IPM,'' papar Din sembari tersenyum. Rencana perubahan IRM menjadi IPM juga didukung mantan Ketua DPR, Akbar Tanjung. Dalam seminar bertajuk Mencari Format Gerakan Pelajar dalam Transisi Demokrasi Indonesia yang digelar di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar, Akbar meminta agar IPM bisa menyesuaikan diri dengan sistem yang sudah berubah.

Menurut Akbar, Indonesia ingin bergerak ke depan. IRM saat ini dan IPM yang akan datang, papar dia, harus terus mendukung konsolidasi demokrasi yang saat ini tengah bergulir. Pada awal kelahirannya, IRM memang berasal dari IPM. Pada 1992, IPM berubah menjadi IRM, lantaran rezim Orde Baru tak mengizinkan adanya organisasi pelajar selain OSIS. Melalui Konpinwil, IRM akan merumuskan perubahan nama organisasi dan gerakannya.

Perubahan IRM menjadi IPM tak sepenuhnya mendapat dukungan. Pimpinan Wilayah IRM Jawa Timur menilai perubahan menjadi IPM sebagai sejarah buruk dalam perjalanan gerakan. ''Disadari atau tidak, rencana itu telah melukai hati banyak kader IRM terutama di basis massa ranting desa,'' cetus PW IRM Jatim dalam pernyataan sikapnya.

Meski begitu, bila IRM tetap akan berubah menjadi IPM, pelajar Muhammadiyah Jatim akan memperjuangkan IPM berbasis kecakapan diri. ''Triwulan pasca Muktamar IRM XVI nanti, seluruh sekolah Muhammadiyah se-Indonesia wajib menggunakan IPM sebagai satu-satunya organisasi siswa di sekolah Muhammadiyah,'' tegas PW IRM Jatim.

sumber :

http://www.republika.co.id