MAKASSAR -- Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) siap melakukan transformasi gerakan menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ketua Umum PP IRM, Moh Mudzakkir menegaskan, IRM akan kembali berubah menjadi IPM. Namun, IPM dengan visi dan misi yang benar-benar baru sehingga mampu menghadapi tantangan perubahan zaman.
''IPM akan memosisikan diri sebagai gerakan yang berbasis pelajar,'' ujar Mudzakkir dalam pidato pembukaan Konferensi Pimpinan Wilayah (Konpiwil) IRM se-Indonesia di Auditorium Gedung Fajar Graha Pena, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/1). Ke depan, papar dia, IPM akan terus berupaya untuk melakukan pencerdasan bagi para pelajar dan remaja.
Menurut Mudzakkir, IPM akan membuka sekolah advokasi pendidikan politik bagi para pelajar. Saat ini, tutur dia, pelajar selalu dieksploitasi dan ditempatkan sebagai objek politik. Dengan adanya sekolah advokasi, Mudzakkir berharap, para pelajar lebih memahani hak dan kewajiban politiknya sebagai warga negara. ''Gerakan pelajar sejak dulu selalu memegang peranan penting bagi bangsa Indonesia,'' cetusnya. Selain itu, papar Mudzakkir, ke depan IPM akan menghidupkan gerakan membaca. ''Pencerdasan tak akan berarti kalau tak didukung gerakan membaca,'' tuturnya.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin menyambut baik rencana IRM yang akan berubah menjadi IPM. Din meminta agar IPM terus melakukan penguatan basis gerakan di sekolah-sekolah. ''Dalam melakukan kaderisasi, IPM yang baru harus menerapkan paradigma yang baru sesuai dengan tantang zaman,'' ungkap Din di hadapan peserta Konpiwil IRM se-Indonesia.
Din juga menegaskan, seluruh SMP, SMA, dan SMK yang berada di bawah bendera Persyarikatan Muhammadiyah harus menjadikan IPM sebagai satu-satunya organisasi intrasekolah. Pihaknya juga meminta agar IRM yang akan berubah menjadi IPM bisa menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. ''Saya akui, IPM dan IRM telah melahirkan kader-kader bangsa yang berkualitas.
Kalau seandainya saya terlahir kembali, maka saya pasti akan menjadi anggota IPM,'' papar Din sembari tersenyum. Rencana perubahan IRM menjadi IPM juga didukung mantan Ketua DPR, Akbar Tanjung. Dalam seminar bertajuk Mencari Format Gerakan Pelajar dalam Transisi Demokrasi Indonesia yang digelar di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar, Akbar meminta agar IPM bisa menyesuaikan diri dengan sistem yang sudah berubah.
Menurut Akbar, Indonesia ingin bergerak ke depan. IRM saat ini dan IPM yang akan datang, papar dia, harus terus mendukung konsolidasi demokrasi yang saat ini tengah bergulir. Pada awal kelahirannya, IRM memang berasal dari IPM. Pada 1992, IPM berubah menjadi IRM, lantaran rezim Orde Baru tak mengizinkan adanya organisasi pelajar selain OSIS. Melalui Konpinwil, IRM akan merumuskan perubahan nama organisasi dan gerakannya.
Perubahan IRM menjadi IPM tak sepenuhnya mendapat dukungan. Pimpinan Wilayah IRM Jawa Timur menilai perubahan menjadi IPM sebagai sejarah buruk dalam perjalanan gerakan. ''Disadari atau tidak, rencana itu telah melukai hati banyak kader IRM terutama di basis massa ranting desa,'' cetus PW IRM Jatim dalam pernyataan sikapnya.
Meski begitu, bila IRM tetap akan berubah menjadi IPM, pelajar Muhammadiyah Jatim akan memperjuangkan IPM berbasis kecakapan diri. ''Triwulan pasca Muktamar IRM XVI nanti, seluruh sekolah Muhammadiyah se-Indonesia wajib menggunakan IPM sebagai satu-satunya organisasi siswa di sekolah Muhammadiyah,'' tegas PW IRM Jatim.
sumber :
2 comments:
semoga progesifitas kita dalam dunia mendapat respon positif.Dalam rangka mempersiapkan perubahan dari remaja kepelajar maka akan banyak hal krusial yang harus dipersiapkan.
Dalam konteks ortom, IRM adalah sebuah entitas yang penting dalam muhammadiyah namun organisasi kader yang sebentar lagi berubah nama ini selalu mendapat perlakuan yang kurang arif. So jangan2 setelah berubah nama, nasib kita tidak kunjung berubah ?
So ini adalah tugas berat yang harus dijawab dengan aksi2 nyata,ya ga?
mabak aku ada dimalang,ada apa mbak?oh ya tawaran kerja di mas mufti gimana?
Post a Comment